sejarah razia sultana

sejarah razia sultana

Raziyya al-Din (1205 – 13 Oktober 1240, usia 35 tahun), nama tahta Jalâlat ud-Dîn Raziyâ (Persia-Arab:جلاله الد دین رضیه), Hindi: जलालत उद-दीन रज़िया), biasanya disebut dalam sejarah sebagai Razia Sultan, lahir di Budaun dan merupakan Sultan Delhi di India dari 1236 sampai Mei 1240. Seperti beberapa putri kerajaan Muslim lainnya pada zaman tersebut, ia dilatih untuk memimpin tentara dan pengurus-pengurus kerajaan jika diperlukan.[1] Razia Sultana adalah satu-satunya penguasa wanita pada Kesultanan dan zaman Mughal, meskipun wanita lainnya memerintah dari dibalik layar.[2] Razia mengubah sebutannya sebagai Sultana karena kata tersebut artinya "istri atau selir dari seorang sultan". Ia hanya akan menjawab dengan gelar "Sultan." Dalam opini beberapa orang, Razia memiliki semua kualitas dari seorang penguasa besar.

Memerintah sebagai Sultan dan kematian[sunting | sunting sumber]

Razia (juga disebut Radiyya atau Raziyya) menggantikan ayahnya Shams-ud-din Iltutmish pada Kesultanan Delhi pada 1236. Iltutmish menjadi sultan pertama yang memilih seorang wanita sebagai penggantinya ketika ia menjadikan putrinya Razia sebagai pewaris tahtanya. Razia menjadi penguasa perempuan pertama dan terakhir di Kesultanan Delhi. (Menurut sebuah sumber, putrasulung Iltumish awalnya ingin dijadikan sebagai penggantinya, namun meninggal saat masih bayi.) Namun, para bangsawan Muslim tidak menyetujui pelantikan seorang wanita sebagai pengganti yang dilakukan oleh Iltutmish, dan setelah sultan meninggal pada hari Rabu 30 April 1236, saudara Razia, Rukn ud din Firuz, dipilih untuk naik tahta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

storyboard

lirik lagu ujung aspal pondok gede

haji